Semilir angin berhembus

Bawa dendangkan slalu

Mengapa anak jalanan

Hidup tergantung di jalan

 

Bunga-bunga berseri

Burung-burung bernyanyi

Ombak laut menari

Ikan-ikan beraksi

 

Kau yang kusayang

Kau yang kucinta

Hidup dan matiku

Kuserahkan padamu

 

Demikian sepenggal lagu yang sangat sering terdengar dari mulut-mulut pengamen kecil yang jadi anak jalanan. tanpa judul, hanya sekian penggal kalimat saja. bagi Anda pengguna angkot, hampir pasti Anda pernah mendengar lagu itu walau dalam versi yang berbeda-beda. barangkali karena lagu itu tidak diketahui lagi versi asli dan bakunya.
lirik-lirik di atas seringkali didendangkan dengan sumbang dan tidak mengindahkan kaidah-kaidah keindahan. setelah seorang pengamen selesai melakukan ‘tugasnya’ (yaitu menyanyikan lagu itu dari awal sampai akhir) dia akan mengulurkan tangan, mengharap derma.

entah siapa yang menciptakan lagu itu, yang pasti lagu itu dapat disebut menggunakan prinsip-prinsip penulisan puisi. perhatikan rima bait-baitnya. bait pertama: a-a-b-b, bait kedua: a-a-a-a, bait ketiga: a-a-b-b. walaupun koherensi antar kalimatnya perlu dipertanyakan, tetapi si pencipta lagu cukup konsisten menempatkan empat buah kalimat pada masing-masing paragrafnya.

Setelah Raperda Ketertiban Umum DKI Jakarta disahkan menjadi Perda, disinyalir akan banyak pedagang asongan, pengemis, dan pengamen yang hijrah ke Bandung. Lagu Semilir Angin pun akan lebih sering Anda dengar di Bandung…

Bandung, hari saat tidak wajib lagi nonton film G30S/PKI sama guru

27 derajat celcius, 52%, berawan sebagian

gambar dicomot tanpa izin dari mtamim.wordpress.com

Satu Lagi

September 28, 2007

ya,, dengan ini resmilah satu lagi orang-orang yang dekat dengan saya (ato sebenernya cuma saya yang merasa dekat dengan mereka??) menggenapkan setengah diennya. setelah kakak sepupu saya, teman sd saya, teman smp saya, kakak saya satu-satunya, kakak sepupu saya yang lain, teman sma saya, supervisor beasiswa saya, akhirnya teman sebeasiswa saya yang menikah…

ya,, memang membahagiakan… tetapi saya selalu merasakan kehilangan yang sangat setelah mereka menikah. entah apa yang hilang, hanya saja beberapa hal akan terasa berbeda setelah sesiapamu menikah.

kakak saya tidak bisa saya miliki sepenuh dulu. saya hanya mudik setahun sekali, itu pun durasinya hanya sekitar seminggu. dari tujuh hari itu, durasi kebersamaan kakak saya yang sudah menikah dengan keluarga kami tak akan lebih dari setengah hari jika diakumulasikan. padahal, kakak saya dan suaminya tinggal bersama kami di rumah. dia sibuk sekali dengan suami dan keluarga barunya. entah itu pergi makan di luar, menginap di rumah mertuanya, atau jalan-jalan berdua saja. dia jadi berjarak jauh sekali dari kami.

pun dengan teman-teman saya yang sudah menikah. tidak bisa lagi diajak bercanda, menginap, atau jalan-jalan sesuka hati. things change…

or even everything changes! haah…

teman saya mengkritik sifat ini dan mengatakan kalo saya terlalu posesif. mungkin benar. akan terasa menyesakkan ketika orang yang 18 tahun berbagi kamar denganmu, 12 tahun berangkat sekolah bersama denganmu dan hampir setiap hari seumur hidupnya selalu berada dalam radius 10 meter darimu tiba-tiba pergi seolah semua masa-masa itu tidak ada bekasnya. saya posesif? ya

well,, after all… tentu saja menikah adalah sesuatu yang membahagiakan bagi siapapun itu… kepada semua orang2 baik yang sudah menikah ataupun yang akan menikah… SELAMAT !!!

***

waktu supervisor beasiswa saya akan menikah, teman sebeasiswa saya memberitahukan kabar itu dengan menyelipkan pertanyaan kapan saya akan menikah. dasar iseng! saya jawab: May

Maybe this year…

Maybe next year…

Maybe next two year…

Maybe in the next years…

Haha :D

Bandung, hari ke duapuluh delapan di bulan september duaribu tujuh

35 derajat celcius, 40%, cerah

postingan perdana, ehm…

sebenernya dari kemaren-kemaren saya udah pengen posting setelah sekian lama vakum ngeblog. dosen mata kuliah Preseden dalam Arsitektur saya pernah bilang bahwa beliau gak habis pikir dengan fenomena blog. masalah pribadi diposting untuk umum dan bisa dibaca siapa aja yang kebetulan mampir. privasi jadi soal nomer tujuh belas.

lah, memangnya kenapa kalo begitu?

kelas anak muda yang disasar oleh penyedia layanan blog memiliki kecenderungan untuk terlihat dan melihat orang lain (to see and to be seen). karenanya jangan heran kalo email anda akan cukup banyak dijejali email pemberitahuan dari Friendster bahwa si A, B, …, atau Z sudah mengapdet blognya. bahkan bisa jadi lebih banyak email pemberitahuan dari Friendster dari pada email untuk diri anda sendiri.

hal ini menunjukkan kelas anak muda memang lebih terbuka dalam mengekspresikan dirinya sendiri, dalam hal ini termasuk dengan blog. toh layanan ini disediakan gratis, variannya banyak, dan tersedia bertumpuk kemudahan bagi si pengguna layanan. blog pun dijadikan sebagai sarana mengungkapkan isi hati sampai dimanfaatkan untuk mempublikasikan tulisan oleh writer wannabe kayak saya ini… haha

demikian maraknya fenomena blog saat ini sampai-sampai ada penerbit yang mengangkat tips dan trik blogging ke dalam sebuah buku. dari sesuatu yang gratis seseorang bisa cari makan. keren juga…

kalau diperhatikan, layanan blog ini tidak semata2 digunakan sebagai ajang curhat. beberapa UMKM (usaha mikro, kecil, dan menengah) semacam Rumah Sepatu & Friends memanfaatkan layanan blog ini sebagai sarana promosi produk ataupun usahanya.

ada hal yang menarik seputar blogging di dunia maya. pengunjung blog-blog tertentu tidak terbatas pada teman-teman blogger ybs di dunia nyata namun sudah terbentuk jaringan di dunia maya. setelah blog tersebut sukses memiliki jaringan pengunjung dan pelanggan blognya, si blogger memindahkan blognya ke website komersil.

misalnya saja para blogger yang berada di Sinema Indonesia (SI). blog ini pertama kali dirintis tahun 2004 di multiply.com . hit counternya memang tidak tercatat, namun rata-rata terdapat 50an komentar pada masing-masing postingan. blog ini mengkhususkan isi pada review film dalam negeri sendiri ini, yang menjadi kekhasan dari blog ini adalah gaya bahasa sarkastik yang digunakan. sekitar tahun 2006, blog SI di multiply.com tidak dapat diakses dan ‘terlahir kembali’ dengan alamat sinema-indonesia.com.

memang tidak ada social cost yang harus ditanggung pelanggan SI dengan kepindahannya itu. namun dengan pindahnya SI ke website komersil memungkinkan SI memasang iklan atau ad banner sehingga dapat memperoleh masukan. well,, we’ll never know…

Bandung, hari pertama puasa 1428 H

26 derajat Celcius, 55%, langit berawan

Hai dunia!!!

September 13, 2007

Yeah,, ini blog baru sali…

kali ini sali berjanji pada diri sendiri untuk bersungguh2 mengelola blog ini biar gak terbengkalai lagi kayak yg di blogger dulu…

lagianĀ  ada pihak2 yg mendesak sali buat ngelaunching blog… cuma karena sali gak sreg sama blog lama yg di blogger kemaren jadinya sali bikin lagi di sini…berhubung belajar bikin layout blognya gak kongkrit2,, jadilah blog ini pake templet dari wordpressnya ajah…

yasuw,, rajin2 berkunjung ya!!!