Genderang kampanye Pemilu Raya KM ITB 2008 sebentar lagi akan berhenti ditabuh. Masa reses sudah menanti di hari Jumat alias besok lusa. Banyak komentar seputar Pemilu kali ini. Sepi publikasi, jadwal hearing yang gak cocok dengan UTS, kampanye gak langsung yang kurang sounding ke massa kampus dan masih banyak lagi. Bagaimanapun juga, the show must go on. Apapun yang terjadi, senin depan pencoblosan harus tetap dimulai untuk menentukan siapa pasangan pemimpin mahasiswa untuk setahun mendatang. Belum kenal mereka? Kenali mereka lebih dekat… (versi sali!)

Pasangan Kandidat #1: Fikri MG-Rully GL
Pasangan ini adalah satu-satunya kandidat yang berasal dari angkatan 2005. Mereka belum banyak dikenal di massa kampus, siapa basis pendukung mereka pun dipenuhi tanda tanya. Sangat terlihat kalo mereka gak punya beban untuk kalah, namun keberanian mereka mencalonkan diri di tahun ini patut diacungi jempol.

Pasangan Kandidat #2: Shana TI-Bagus PL
Pasangan ini cukup populer di kalangan mahasiswa berkat keterlibatan mereka sebagai personal di kepanitiaan-kepanitiaan kampus, terutama Shana. Sampai-sampai ada joke yang bilang “Kepanitiaan apa di ITB yang gak ada Shana-nya? Gak ada kan…”. Mengusung visi “KM ITB milik semua”, Shana dan Bagus mencoba menawarkan konsep rebranding KM ITB yang dianggap mampu mendekatkan KM ITB dengan massa yang selama ini mengambang. Kans menang mereka masih belum jelas betul, terutama dengan jajaran promotor terdaftar yang (menurut saya) terlihat tanggung. Akankah popularitas mampu membawa kemenangan bagi pasangan kandidat ini?

Pasangan Kandidat #3: Gilang GD-Bobby PL
KM ITB yang kokoh dan berkarakter digadang-gadang pasangan ini sebagai visi KM ITB selama setahun ke depan. Pasangan dengan nickname ‘Bolang’ ini bisa dibilang pasangan yang paling niat dalam hal kampanye sepanjang Pemilu. Bolang Center, setumpuk merchandise yang dibagi-bagikan untuk massa kampus dengan bubuhan kata-kata mutiara: ‘Vote Bolang!’, pun dengan tersedianya sebuah website yang menjadi media komunikasi untuk mengenalkan kedua orang ini. Promotornya pun tidak tanggung-tanggung: 18 orang. Mantan-mantan ketua himpunan, presidium himpunan anu, presiden garda anu, ketua unit anu, mantan ketua panitia anu, dsb. Kans untuk menang? Masih belum bisa dipastikan juga mengingat figur kahim tidak lagi merepresentasi himpunannya.

Itulah ketiga pasangan kandidat. Sekarang silakan anda tebak mana yang raja, ratu ataupun kuda hitam…

Infinite

Maret 12, 2008

Cerita Pertama
Sewaktu masih rajin main gem di PS dulu, sebelum memainkan gem tertentu saya selalu menggunakan Game Shark alias cheat untuk bisa merekayasa beberapa aturan main dari gem yang akan saya mainkan itu. Misalnya saja, untuk gem semacam Harvest Moon saya menggunakan cheat Infinite Food Stock agar persediaan makanan ayam dan sapi saya tidak habis-habis walaupun terus diambil setiap hari. Untuk gem semacam Digimon atau Tomb Raider, saya menggunakan cheat Infinite Health Point dan Infinite Magic Point agar HP dan MP saya tidak habis-habis sekalipun saat bertarung melawan musuh yang terkuat di level terakhir.Saat menggunakan Game Shark, permainan terasa jadi lebih mudah. Bayangkan saja, gem yang semula butuh waktu sangat lama untuk ditamatkan karena berkali-kali mati di tengah jalan menjadi demikian entengnya untuk mencapai level akhir. Bermain gem dalam mode infinite alias ‘gak abis-abis’ memang menghemat waktu dan membuat permainan jadi lebih menyenangkan.

Cerita Kedua
Sejak bulan Januari 2008, ponsel Esia teman saya yang bernama Sandi tak pernah kehabisan pulsa alias berpulsa infinite hingga saat ini. Tidak ada yang tahu penyebabnya, yang pasti semua teman-teman Sandi (anak-anak Kongres 78, anak-anak Asrama Bumi Ganesha, anak-anak TeKim, dsb) senang karena bisa menelepon kemanapun sesuka hati menggunakan ponsel Sandi tanpa memikirkan pulsa yang terpakai.

Kira-kira awal bulan ini, Sandi menerima pemberitahuan dari sang operator CDMA bahwa masa aktif pulsanya akan segera berakhir. Teman-teman Sandi sempat cemas, akankah keajaiban dunia kedelapan yang menjadi rejeki bagi banyak orang itu berakhir dengan habisnya masa aktif si pulsa? Seminggu berlalu, ternyata ponsel Sandi masih sehat wal afiat dan tetap bisa digunakan meneleponi senator yang belum datang ke tempat rapat.

***
Infinite menjadi sesuatu yang terasa menyenangkan namun semu, bukan? Kondisi pada cerita pertama hanya terjadi di alam gem PS. Bahkan pada cerita kedua, ponsel yang diklaim berpulsa infinite tetap mengkonsumsi kue jasa telekomunikasi. Kasus semacam ini memang kerap terjadi dan ditengarai sebagai akibat dari kebocoran sistem. Tinggal Esia sebagai operator yang menangguk rugi.

Seringkali masyarakat kita terjebak dalam dongeng-dongeng semu yang mengangkat cerita tentang kepemilikan yang infinite. Tentu sudah tidak asing di telinga bila mendengar nama praktek klenik seperti pesugihan maupun pemujaan terhadap benda-benda tertentu bertujuan untuk mendapatkan kekekalan atas sesuatu macam kekayaan infinite maupun kekuasaan infinite. Masyarakat pun terjebak dalam syirik yang tidak jelas juntrungannya. Padahal sejatinya, tidak ada yang infinite di dunia ini. Makanan, pulsa, tenaga, kekuasaan maupun uang pasti akan berkurang dan jadi habis karena kekekalan hanya milik Sang Ia.

Wallahua’lam.